Ilmu Politik

Teori Dan Model Sistem Politik

Sistem Politik — Seperangkat lembaga hukum formal yang membentuk pemerintah atau negara. Namun, jika didefinisikan secara lebih luas, istilah tersebut mencakup bentuk-bentuk perilaku politik aktual dan ditentukan oleh organisasi pemerintahan berfungsi. Dalam artikel ini kita akan membahas rangkuman materi tentang sistem politik. Sistem politik yang akan dibahas berdasarkan ilmuan David Easton dan Gabriel Almond.

Pengertian Sistem Politik Menurut Para Ahli

David Easton

David Easton menyatakan bahwa sistem politik merupakan alokasi daripada nilai-nilai dalam mana pengalokasian daripada nilai-nilai tadi bersifat paksaan atau dengan kewenangan, dan pengalokasian yang bersifat paksaan tadi mengikat masyarakat sebagai suatu keseluruhan. Dinyatakan pula, sistem politik sebagai seperangkat interaksi yang diabstaktasikan dari seluruh tingkah laku sosial, melalui mana nilai-nilai dialokasikan secara otoritatif kepada masyarakat. Selain itu dia juga menjelaskan bahwa ada 3 komponen bagi sistem politik yakni :

  • The Political System Allocates Values (by means of politics).
  • Its Allocations are Authoritative.
  • Its Allocations are Binding on the Society as a Whole

Grabiel Almond

Menurut Grabiel Almond, sistem politik merupakan interaksi yang terjadi di dalam masyarakat yang merdeka. Dari pernyataan ini, dapat ditarik pengertian bahwa di dalam masyarakat yang belum atau tidak merdeka tidak ada sistem politik di dalamnya, yang ada adalah sistem politik yang dibawa oleh masyarakat atau negara yang menjajah atau menguasainya. Almond menyatakan bahwa sistem politik itu menjalankan 2 fungsi antara lain :

  • Fungsi Integrasi, digunakan untuk mencapai kesatuan dan persatuan dalam masyarakat yang bersangkutan
  • Fungsi Adaptasi, merupakan fungsi penyesuaian terhadap lingkungan, baik lingkungan masyarakat itu sendiri maupun lingkungan masyarakat lainnya.

Dalam tulisannya, Almond menggunakan kata “more or less (sedikit banyak)” dan “legitimate (sah)”. Hal ini digunakan untuk menerangkan paksaan fisik yang dilakukan oleh sistem politik.

Dari kedua pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa sistem politik merupakan sistem interaksi atau hubungan yang terjadi di dalam masyarakat melalui mana dialokasikan nilainilai kepada masyarakat dan pengalokasian nilai-nilai itu dengan mempergunakan paksaan fisik yang sedikit bersifat sah.

Ciri-ciri Sistem Politik

Dikemukakan Grabiel Almond, ciri-ciri sistem politik adalah sebagai berikut,

  1. Semua sistem politik pasti memiliki struktur politik.
  2. Semua sistem politik menjalankan fungsi yang sama walaupun berbeda frekuensinya, berbeda-beda karena adanya perbedaan struktur. Bagaimana pula perbedaannya dalam menjalankan atau gaya pelaksanaannya.
  3. Semua struktur politik tetap mempunyai sifat multi fungsional (menjalankan beberapa fungsi).
  4. Semua sistem politik merupakan sistem campuran apabila dilihat dari pengertian kebudayaan.

Menurut David Easton, ciri-ciri dari sistem politik adalah sebagai berikut :

  1. Ciri Identifikasi Dimaksudkan untuk membedakan sistem politik dengan sistem lainnya, antara lain,
  • Unit-unit suatu sistem politik, merupakan elemen-elemen pembentuk sistem.
  • Batas-batas, sistem selalu berada di dalam lingkungan. Maksudnya, bagaimana sebuah sistem bergerak menanggapi lingkungannya.
  1. Input dan Output. Tanpa adanya input sistem tidak dapat bekerja, dan tanpa adanya output maka kita tidak dapat mengidentifikasi pekerjaan yang dilakukan sistem tersebut.
  2. Diferensiasi dalam suatu sistem.
  3. Integrasi suatu sistem.

Hubungan Sistem Politik dengan Lingkungannya

David Easton mengemukakan bahwa sekali kita membicarakan kehidupan politik sebagai suatu sistem kegiatan, maka berapa konsekuensi akan mengikutinya mengenai cara yang dapat kita lakukan untuk menganalisa bekerjanya sistem. Dapat kita nyatakan bahwa paling tidak untuk tujuan analisa, kehidupan politik sebagai suatu sistem kegiatan dapat dipisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial lainnya dan seakanakan berdiri sendiri dikelilingi oleh lingkungannya. Sistem politik dipengaruhi segala macam hal yang terjadi di sekelilingnya. Berbagai macam pengaruh yang berasal dari lingkungan mengalir masuk ke dalam sistem politik. Grabiel Almond menyatakan pendapatnya bahwa suatu sistem politik itu berada dikelilingi oleh lingkungan domestik dan lingkungan internasional.

Kapabilitas Sistem Politik

Almond dalam bukunya yang berjudul Comparative Politics: A Development Approach membahas mengenai hal kapabilitas sistem politik. Dengan mengetahui kapabilitas sistem politik, kita dapat menilai apakah sistem politik di suatu negara akan stabil atau tidak. Ia menjabarkan ada 6 kapabilitas sistem politik yang sebagai berikut :

The extractive capability

Kemampuan ekstraktif adalah mengenai range perfomance daripada sistem politik dalam mengelola sumber-sumber material dan manusiawi dari lingkungan domestik maupun internasional.

The regulative capability

Kemampuan regulatif menunjukan kemampuan daripada sistem politik dalam hal mengontrol atau mengendalikan perilaku individu-individu atau kelompok-kelompok yang berasal dari sistem politik itu.

The distributive capability

Kemampuan distributif menunjukan pada alokasi atau distribusi dari berbagai jenis barang, jasa, kehormatan, status dan kesempatan yang berasal dari sistem politik kepada individu-individu atau kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat.

The symbolic capability

Kemampuan simbolik menunjukan pada efektivitas mengalirnya simbol dari sistem politik ke dalam lingkungan masyarakat (domestik) maupun lingkungan internasional. Indikator dari kemampuan ini dapat dilihat pada tingkat partisipasai masyarakat dalam mengikuti rapat-rapat umum, hari-hari besar nasional, parade bendera, dan sebagainya. Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap simbol-simbol ini dapat menyebabkan timbulnya kritik atau ejekn terhadap para pejabat negara

The responsive capability

Apabila kemampuan eskstraktif, regulatif, distributif dan simbolik menggambarkan pola output dari sistem politik yang mausk ke dalam lingkungan internal maupun eksternal, maka kemampuan responsif adalah menunjukan hubungan antara input dengan output. Dengan demikian suatu sistem politik dianggap mempunyai kemampuan responsif rendah apabila ia kurang memperhatikan tuntuan-tuntutan atau tekanan-tekanan baik dari lingkungan dalam maupun luar.

Domestic and internasional capability

Kemampuan domestik dan internasional menunjukan bahwa sistem politik itu berlangsung di dalam lingkugan domestik (dalam negeri) maupun lingkungan internasional. Tingkah laku internasional suatu sistem politik dapat dilihat dari:

  • Tingkah laku internasional suatu sistem politik dapat dilihat dari:
  • Kemampuan ekstraktif  internasional, Sistem politik jika dilihat dari besarnya pendapatan yang diperoleh dalam kegiatan perdagangan internasional.
  • Kemampuan regulaif internasional,Sistem politik jika dilihat dari seberapa jauh suatu sistem politik dapat melakukan penetrasi politik ke dalam sistem politik negara lain.
  • Kemampuan distributif internasional, Sistem politik dapat dilihat dari subsidi, hadiah, pinjaman ataupun bantuan teknik dari negara lain.
  • Kemampuan responsif internasional, Sistem politik dapat dilihat dari politik luar negeri yang dijalankan oleh suatu negara.

Berikut adalah materi sistem politik selama saya belajar di kuliah ilmu politik. Semoga materi ini dapat membantu kalian dalam mempelajari sistem politk. Jika kalian ingin saya menulis sistem politik dari berbagai negara kalian bisa ramaikan kolom komentar dibawah. Okey cukup sekian dan sampai jumpa di postingan berikutnya.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button