Adminitistrasi Publik

Materi Administrasi Semester 2 : Teori Administrasi Publik

Materi Administrasi Semester 2, Teori Administrasi Publik menjadi salah mata kuliah wajib bagi mahasiswa Administrasi publik FISIP Unsoed. Untuk kalian yang ingin mengetahui materinya lebih lanjut kalian harus memahami berbagai teori dan berbagai paradigma yang ada dalam materi ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang teori administrasi publik dan bagaimana teori-teori ini digunakan dalam memahami dan menjelaskan praktik-praktik administrasi publik. Kita akan melihat sejarah perkembangan teori administrasi publik, prinsip-prinsip dasar yang melandasi teori ini, serta berbagai konsep penting dalam administrasi publik seperti pengambilan keputusan, manajemen kinerja, dan reformasi birokrasi. Dengan memahami teori administrasi publik, kita dapat memahami lebih baik bagaimana pemerintah dan organisasi sektor publik bekerja untuk menciptakan kebijakan publik yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Top of Form Bottom of FormSimak terus materi teori adiministrasi publik ini agar kalian lebih paham.

Pengertian Teori Administrasi Publik

            Menurut Kerlinger dalam Pasolong (2011:9) teori adalah serangkaian konstruk (konsep), batasan, dan proposisi, yang menyajikan suatu pandangan sitematis tentang fenomena dengan fokus hubungan dengan merinci hubunganhubungan antar variabel, dengan tujuan menjelaskan dan memprediksi gejala itu. Sedangkan menurut Pasolong (2011 : 10) teori adalah pernyataan atau konsep yang teruji kebenarannya melalui riset.

Istilah Administrasi

secara etimologi berasal dari bahasa Latin (Yunani) yang terdiri atas dua kata yaitu “ad” dan “ ministrate” yang berarti “to serve” yang dalam Bahasa Indonesia berarti melayani atau memenuhi2. Sedangkan pendapat A. Dunsire yang dikutip ulang oleh Keban (2008 : 2) administrasi diartikan sebagai arahan, pemerintahan, kegiatan implementasi, kegiatan pengarahan, penciptaan prinsip-prinsip implementasi kebijakan publik, kegiatan melakukan analisis, menyeimbangkan dan mempresentasikan keputusan, pertimbangan-pertimbangan kebijakan, sebagai pekerjaan individual dan kelompok dalam menghasilkan barang dan jasa publik, dan sebagai arena bidang kerja akademik dan teoritik.

Pengertian Administrasi Publik Menurut Para Ahli

NIGRO

Sebagai Apa Yang Dilakukan Oleh Pemerintah, Terutama Sebagai Lembaga Eksekutif Di Dalam Memecahkan Masalah-Masalah Kemasyarakatan.

The Liang Gie

Administrasi Negara Merupakan Segenap Proses Penyelenggaraan Yang Dilakukan Oleh Aparatur Pemerintah Untuk Mencapai Tujuan Kenegaraan. Tujuan Kenegaraan Pada Umumnya Merupakan Pemberian Pelayanan Terhadap Kepentingan Seluruh Rakyat.     

Gerald Caiden

Administrasi Negara Pada Hakekatnya Adalah Suatu Disiplin Ilmu Yang Menanggapi Masalah-Masalah Pelaksanaan Persoalan-Persoalan Masyarakat (Public Affairs) Dan Manajemen Dari Usaha-Usaha Masyarakat

Teori-Teori Administrasi Publik

Teori Deskriptif Eksplanatif  

Teori deskriptif-eksplanatif memberikan penjelasan secara abstrak realitas administrasi negara baik dalam bentuk konsep, proposisi, atau hukum (dalil). Misalnya, konsep hirarki dari organisasi formal. Konsep ini menjelaskan ciri umum dari organisasi formal yaitu adanya penjenjangan dalam struktur organisasi.

Pada dasarnya teori deskriptif–eksplanatif menjawab dua pertanyaan dasar : apa dan mengapa (apa berhubungan dengan apa). Pertanyaan apa : menuntut jawaban deskriptif mengenai suatu realitas yang dijelaskan secara abstrak ke dalam suatu konsep tertentu. 

Misal : hirarki organisasi formal , konflik peran, dsb.  Pertanyaan mengapa atau apa berhubungan dengan apa menuntut jawaban eksplanatif atau diagnostik mengenai keterkaitan antara konsep abstrak tertentu dengan konsep abstrak lainnya. Misalnya, konflik peranan berhubungan dengan tipe kegiatan apakah departemental atau koordinatif. Kegiatan yang dilaksanakan satu departemen kurang begitu menimbulkan konflik peran dibanding jika kegiatan dilaksanakan secara koordinatif.

Teori Normatif

Teori normatif bertujuan menjelaskan situasi administrasi masa mendatang secara prospektif. Termasuk dalam teori ini adalah pernyataan atau penjelasan-penjelasan yang bersifat utopia yaitu suatu cita-cita yang sangat idealistis.

Teori normatif juga dapat dikembangkan dengan merumuskan kriteria-kriteria normatif yang lebih spesifik seperti efisiensi, efektivitas, responsivitas, akutabilitas, demokrasi, dan sebagainya. Teori normatif memberikan rekomendasi ke arah mana suatu realitas harus dikembangkan atau perlu dirubah dengan menawarkan kriteria-kriteria normatif tertentu.

Persoalan dalam teori normatif adalah bahwa kriteria-kriteria normatif yang ditawarkan  tidak selalu mendukung bahkan bisa saling bertentangan. Misalnya, penekanan yang terlalu tinggi pada efisiensi dapat mengorbankan pemerataan (equity). Sentralisasi yang berlebihan dapat menghambat atau membunuh nilai-nilai demokrasi seperti partisipasi, akuntabilitas publik, transparansi dan pemberdayaan masyarakat.

Kriteria-kriteria normatif dalam teori administrasi seringkali terkesan ambisius. Kontradiktif dan relatif (dibatasi ruang dan waktu). Namun teori normatif tetaplah penting karena kemajuan administrasi negara akan lebih terarah bila terlebih dahulu ditentukan kriteria yang tepat untuk mengukur kemajuan tersebut.

Teori Asumtif

Teori asumtif menekankan pada prakondisi atau anggapan adanya suatu realitas sosial dibalik teori atau proposisi yang hendak dibangun. Menurut Bailey  teori administrasi lemah dalam menyatakan asumsi-asumsi dasar tentang sifat manusia dan institusi. Tanpa asumsi yang jelas membuat teori menjadi utopis atau ahistoris karena tidak jelas dasar berpijaknya.

Contoh teori asumtif dalam administrasi publik adalah Teori X dan Y dari Douglas McGregor. Teori ini mengemukakan sua jenis asumsi yang berlawanan tentang sifat manusia. Teori X berasumsi bahwa pada dasarnya manusia malas dan suka menghindari pekerjaan, sedang teori Y berasumsi  bahwa manusia memiliki kemauan  untuk bekerja dan memiliki kemampuan untuk mengemban tanggungjawab yang dibebankan kepadanya. Masing-masing asumsi ini mempunyai implikasi dalam pengembangan teori manajemen atau kepemimpinan dalam organisasi.

Teori Instrumental

 Pertanyaan pokok yang dijawab dalam teori ini adalah ’bagaimana’ dan ’kapan’. Teori instrumental  merupakan tindak lanjut dari proposisi “jika – karena”. Misalnya : Jika sistem administrasi berlangsung secara begini dan begitu, karena ini dan itu atau jika  desentralisasi dapat meningkatkan efektivitas birokrasi, maka strategi, tehnik, alat apa yang dikembangkan untuk menunjangnya.

Analisis kebijakan adalah contoh teori instrumentasl. Analisis kebijakan banyak menyumbangkan atau mengaplikasikan tehnik baik kuantitatif – aplikasi regresi, riset operasi, analisis biaya dan manfaat – maupun kualitatif (rasional maupun intuitif) untuk menjawab pertanyaan ’bagaimana’ dan ’kapan’ Jawaban terhadap pertanyaan ini berguna sebagai rekomendasi kepada pengambil kebijakan dalam menentukan langkah-langkah konkrit dalam proses kebijakan publik.

Untuk materi fullnya kalian bisa mengunduhnya di bawah ini ya.

Mari dukung Kesuksesan belajar kalian dengan mengunduh materi kuliah yang kami sediakan dan memberikan kalian kesempatan untuk belajar materi ujian ini dengan baik. Semoga dengan bantuan ini Kamu dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman Materi Administrasi Publik dengan baik. Dapatkan materi lainnya, hanya di cahaya ilmu sosial

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button