Sosiologi

Karl Marx : Perspektif, Teori Konflik, Dan Kelas Sosial

Karl Marx lengkapnya Karl Heinrich Marx lahir pada 5 Mei 1818 di Rhine, Jerman. Beliau juga seorang revolusioner, sosiolog, sejarawan, dan ekonom. selain itu ia juga penulis buku yang berjudul Manifest der Kommunistischen Partei yang terbit pada tahun 1848 yang dikenal dengan Manifesto Komunis sebuah maha karya bersejarah dalam pergerakan sosialis.

Sosiologi Menurut Karl Marx

Gagasan sosilogi menurut Marx adalah cara mempraktikkan sosiologi yang menarik wawasan metodologis dan analitik dari karya Karl Marx. Penelitian yang dilakukan dan teori yang dihasilkan dari perspektif Marxism berfokus pada isu-isu utama yang menjadi perhatian Marx yakni politik kelas ekonomi, hubungan antara tenaga kerja dan modal, hubungan antara budaya, kehidupan sosial, dan ekonomi, eksploitasi ekonomi, dan ketidaksetaraan, hubungan antara kekayaan dengan kekuasaan selain itu juga hubungan antara kesadaran kritis dan perubahan sosial yang progresif.

Teori Konflik Milik Karl Marx

Teori konflik adalah teori bahwa masyarakat berada dalam keadaan konflik abadi karena persaingan untuk sumber daya yang terbatas. Marx berpendapat bahwa tatanan sosial dipertahankan oleh dominasi dan kekuasaan, bukan oleh konsensus dan konformitas.

Menurutnya teori konflik, mereka yang memiliki kekayaan dan kekuasaan berusaha mempertahankannya dengan segala cara, terutama dengan menindas orang miskin dan tak berdaya. Marx berusaha untuk menjelaskan berbagai fenomena sosial termasuk perang, revolusi, kemiskinan, diskriminasi, dan kekerasan dalam rumah tangga. Teori ini menganggap sebagian besar perkembangan mendasar dalam sejarah manusia seperti demokrasi dan hak-hak sipil sebagai upaya kapitalistik untuk mengontrol masa.

Kelas Sosial Menurut Karl Marx

Marx  mendefinisikan Kelas Sosial sebagai hubungan sosial dari posisi atau peringkat dalam masyarakat. Dalam analisis Marx  kelas kapitalis tidak akan ada tanpa proletariat, atau sebaliknya. Marx juga membedakan kelas masyarakat menjadi dua yakni borjuis dan proletar.

Borjuis

Kelas Borjuis adalah mereka yang memiliki alat-alat produksi. Mereka adalah pemilik bisnis besar, bangsawan, oligarki, dan orang kaya. Level ini dapat dipahami sebagai kelas kapitalis yang berkuasa, atau 1% dari populasi. Mereka juga memiliki properti pribadi dan mewariskannya kepada ahli waris mereka.

Proletar

Proletariat adalah masyarakat yang terdiri dari para pekerja yang membentuk sebagian besar angkatan kerja didalam masyarakat. Kelas sosial ini harus menjual tenaganya untuk bertahan hidup.

Materialisme Histori Milik Karl Marx

Melihat dunia di sekelilingnya, dengan pengaruh industri kapitalis yang tumbuh di semua aspek masyarakat lainnya, Marx melihat sesuatu secara berbeda. Dia membalikkan dialektika Hegel, dan sebaliknya berteori bahwa itu adalah bentuk ekonomi dan produksi yang ada dunia material dan pengalaman kita di dalamnya yang membentuk pemikiran dan kesadaran. Mengenai hal ini, dia menulis dalam Das Capital, Volume 1, “Yang ideal tidak lain adalah dunia material yang direfleksikan oleh pikiran manusia, dan diterjemahkan ke dalam bentuk pemikiran.” Inti dari semua teorinya, perspektif ini dikenal sebagai “materialisme historis”.

 

Ya Cukup sekian materi sosiologi menurut Karl Marx. Dapat kita simpulkan bahwa Marx memberikan gambaran masyarakat berdasarkan kritikan dari pemahaman kapitalisme. Semoga artikel ini dapat membantu kalian semua dalam memahami perpektif dari Marx ini. Sekian dan terima kasih

Related Articles

Back to top button