Sosiologi

Auguste Comte : Gagasan, Postivisme, dan Tahap Evolusi Manusia

Auguste Comte merupakan Filsuf dan penulis Prancis yang merumuskan pemahaman positivisme. Dia sering dianggap sebagai filsuf sains pertama dalam ilmu sosial modern. Auguste Comte ini penting untuk kita memahami ke dalam konteks apa sebenarnya atau figur seperti apa yang mengeluarkan teori semi klasik. Auguste Comte  lahir di Montpellier di Perancis pada tahun 1758 lalu meninggal pada tahun 1857. Comte hidup setelah periode Revolusi Prancis dan Napoleon, pada saat tatanan sosial baru. Pada tahun 1832 sampai 1842 Comte menempuh pendidikan tinggi di Ecole Polytechnique. Dalam blog ini kita akan membahasa gagasan milik Agust Comte dalam ilmu Sosiologi.

Gagasan Sosiologi menurut Auguste Comte

Sebagai orang yang hidup pada masa revolusi industri di Prancis. Comte memberikan istilah pertama dalam sosiologi yang tadinya para ilmuan menyebutnya dengan fisika sosial. Comte  berargumen Sosiologi adalah Semua fenomena hukum alam yang berubah-ubah dan masyarakat harus menggunakan hukum alam mereka untuk mencari hukum yang mengatur sosial. Oleh karena itu Comte sendiri gagasannya lebih banyak dipengaruh dengan filosofi positifisme. Sehingga perilaku manusia lebih tergantung dengan keadaan ilmu alam yang ada ditengah masyarakat.

Positifisme Milik Auguste Comte

Sebagai filosofis dengan gerakan positivisme pertama kali mengambil ciri khasnya dalam karya filsuf Prancis Auguste Comte yang menamakan ilmu sosiologi yang sistematis. Kemudian berkembang melalui beberapa tahapan yang dikenal dengan berbagai nama antara lain : Empiriocriticism, Logical Positivism dan Logical Empiricism. Positivisme Comte dalam ilmu sosial menggabungkan imu-ilmu alam seperti fisika, biologi, dan matematika dalam menjelaskan fenomena sosial di masyarakat.

Social Static Milik Auguste Comte

Social Static atau Statistika Sosial merujuk kepada fenomena dalam masyarakat yang proses perubahannya relatif sangat lambat bahkan mungkin sangat sedikit sekali perubahannya. Untuk masa sekarang statistika sosial ini lebih dikenal kepada struktur sosial. Comte menganalisis individu sebagai unsur struktur sosial. Secara umum, ia memandang individu sebagai serangkaian kapasitas dan kebutuhan, sebagian bawaan dan sebagian lainnya diperoleh melalui partisipasi dalam masyarakat.

Social Dynamic menurut Auguste Comte

Social Dynamic atau Dinamika Sosial merujuk kepada fenomena dalam masyarakat yang proses perubahannya relatif cepat, dinamis dan sangat cepat sekali perubahannya. Comte merumuskan terhadap perubahan sosial ini dengan tiga. Tahapan ini terdiri dari :  (1) Theological, (2) The Metaphysical, dan (3) The Positive. tahapan ini juga menjadikan evolusi pemikiran manusia.

Tahap Teologis

Tahap Teologis merupakan bentuk pemikiran asli dan spontan, menganggap fakta alam semesta tidak diatur oleh hukum urutan yang tidak berubah-ubah, tetapi oleh kehendak tunggal dan langsung dari makhluk nyata atau imajiner serta memiliki kehidupan dan kecerdasan. Pada tahapan ini orang-orang mulai memikirkan suatu kepercayaan yang ada pada masyarakat. Misal seperti agama, dinamisme, dan animisme, ataupun kepercayaan terhadap roh dan nenek moyang leluhur. Intinya pemikiran manusia yang tidak dapat dijelaskan dengan nalar.

Tahap Metaphysical

Comte mengatakan bahwa tahap ini dimulai sekitar Abad Pertengahan di Eropa, atau sekitar tahun 1300-an. Pada tahap metafisik masyarakat, orang memandang dunia dan peristiwa sebagai refleksi alami dari kecenderungan manusia. Orang-orang di tahap ini masih percaya pada kekuatan ilahi atau dewa, tetapi mereka percaya bahwa makhluk ini lebih abstrak dan kurang terlibat langsung dalam apa yang terjadi sehari-hari. Sebaliknya, masalah di dunia disebabkan oleh cacat pada kemanusiaan.

Tahap positivistik

Tahap positivistik adalah tahap terakhir dan tertinggi dalam teori Comte. Pada tahap ini, orang mencari hukum invarian yang mengatur semua fenomena dunia. Tahap terakhir Comte untuk masyarakat disebut. tahap positif Seperti namanya, di sini orang melihat dunia dan peristiwa seperti yang dijelaskan oleh prinsip-prinsip ilmiah. Dalam masyarakat modern, kebanyakan orang lebih mengutamakan sains dalam suatu fenomena sosial. Pada tahap ini juga orang lebih berfikir skeptis sekaligus rasional.

Auguste Comte memberikan kita sebuah pemahaman Positivisme yang kita gunakan dalam penelitian sampai saat ini. Gagasan-gagasannya tentang sosiologi menjadi sebuah rujukan dalam semua ilmu sosial. Dapat tarik garis besar dari artikel diatas bahwa Comte ingin menjelaskan tingkah laku manusia melalui sudut pandang nalar berfikir yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat evolusinya. Semoga artikel ini bisa membantu belajar kalian. Sekian dan terima kasih.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button