Opini

Transgender : Pengertian, Penyebab, dan Kehidupan Sosialnya

Transgender, beberapa tahun kebelakang. Mungkin saat itu, saya masih SMA. Merupakan sesuatu yang sangat tabu untuk dibicarakan. Namun, dewasa ini transgender seolah menjelma menjadi sesuatu yang wajar dan diwajarkan.

Penasaran, bagaimana bisa transgender di anggap wajar di Indonesia? Lalu, bagaimana perkembangannya sekarang? Dalam artikel ini, saya akan membahas secara ringkas tentang Transgender di Indonesia : Penyebab, Kondisi dan juga Kehidupan Sosialnya.

Apa itu transgender?

Sebelum membahas lebih jauh, mungkin sebagiknya kita pahami dulu apa itu transgender.

Pengertian secara umumnya, transgender adalah seseorang yang merasa bahwa jenis kelamin yang disandangnya sekarang, tidak sesuai dengan yang di inginkan. Dalam pemikiran dan alam bawah sadarnya, mengatakan bahwa dia jenis kelamin nya tidak sesuai.

Ringkasnya, transgender adalah orang yang menolak takdir yang sudah menentukan jenis kelaminnya sejak lahir. Seperti perempuan yang merasa bahwa dia laki-laki (toboy) laki-laki yang merasa bahwa dirinya adalah perempuan (banci)

Penyebab Orang Menjadi Transgender

Lalu, kira—kira kenapa ada sebagian orang yang menjadi seperti ini? Apa alasan kuat mereka atau apa yang menyebabkan mereka merasa bahwa dirinya adalah transgender? Untuk menjawab itu, saya sudah melakukan beberapa riset dari situs-situs yang terpercaya dan menemukan bahwa ada 3 faktor atau tiga penyebab kenapa seseorang menjadi transgender. Berikut dibawah ini daftarnya.

Faktor Kromosom

Faktor Kromosom, merupakan factor yang paling banyak menyumbang para transgender di Indonesia. Karena faktor atau penyebab seseorang menjadi transgender ini, merupakan faktor genetik atau turunan.

Sebagai contoh, pada kasus laki-laki dengan sindrom Klinerfelter, dimana kelainan ini membuat laki-laki kelebihan kromosom X. yang sebenarnya laki-laki hanya memiliki kromosom seks XY, namun pada laki-laki dengan sindrom ini, mereka memiliki kromosom XXY yang mengakibatkan laki-laki menjadi berkelakukan seperti perempuan.

Faktor Neuropsikologis

Penyebab kedua, kenapa seseorang menjadi transgender adalah karena pengaruh linkungan dan juga dari psikologis seseorang. Biasanya, yang menjadi transgender karena faktor ini. Merasakan berada di tubuh yang salah dan juga lingkungan yang salah. Dan membuat psikologisnya tertekan, Sehingga memutuskan untuk menjadi transgender.

Faktor hormonal

Penyebab berikutnya dan yang terakhir, kenapa seseorang menjadi transgender adalah karena faktor hormonal. Dalam kasus ini, seseorang yang mengalami ketidakseimbangan hormon. Yang kemudian membuat dia bertanya-tanya tentang identias pribadinya. Yang akhirnya menyebabkan dia berperilaku tidak sesuai dengan jati dirinya sendiri.

Kondisi dan Kehidupan Sosial Transgender

Untuk jawaban tentang kondisi dan kehidupan sosialnya, kita mungkin harus flashback ke tahun dimana orang dengan transgender, benar-benar sangat tabu untuk dibicarakan. Bahkan ada hukuman berat yang menanti para transgender itu, baik dari lingkungan masyarakat ataupun pidana.

Namun, sekarang hal ini seakan menjadi tontonan seru yang dijejali setiap waktu. Baik secara media konvensional di televise ataupun media online. Fenomena ini  menjelma menjadi momok yang sangat menakutkan bagi sebagian orang dan tontonan yang menyenangkan bagi banyak orang lainnya.

Kalian tentu masih ingat tentang pasangan homoseksual dari jerman, yang ternyata pasanganya merupakan seorang laki-laki di Indonesia, bernama ragiel. Di Indonesia, pasangan homoseksual itu menjadi buah bibir dan sangat terkenal. Bahkan pernah menjadi bintang tamu di podcast yang menurut saya paling berpengaruh di Indonesia.

Beruntungnya, walaupun banyak orang yang sekarang menganggap transgender sebagai tontonan seru, masih banyak beberapa orang yang menganggap bahwa transgender adalah kesalahan moral dan harus diperbaiki.

Oke, sekian artikel dari saya tentang Transgender di Indonesia : Pengertian, Penyebab, Kondisi dan juga Kehidupan Sosialnya. Semoga bisa membantu kamu mencari informasi.

Related Articles

Back to top button