Opini

Antropologi Pengantar Kuliah: Pengertian, Bidang, dan Perspektif

Antropologi merupakan salah satu matakuliah penting yang akan kamu pelajari dalam perkuliahan ilmu sosial maupun ilmu politik. Karena ilmu antropologi masih dalam satu rumpun dalam studi sosial dan politik. Dalam artikel ini saya akan menjelaskan materi tentang antropologi agar kalian mudah dalam belajar.

Pengertian Antropologi

Kata antropologi sendiri terdiri dari Antropos yang berarti manusia dan kata logos yang berarti ilmu. Menurut ilmu sains Antropologi adalah studi sistematis tentang kemanusiaan, dengan tujuan untuk memahami asal usul evolusi kita, kekhasan kita sebagai spesies, dan keragaman besar dalam bentuk keberadaan sosial kita di seluruh dunia dan sepanjang waktu. Fokus Antropologi adalah untuk memahami kemanusiaan dan keragaman kita bersama, dan terlibat dengan beragam cara hidup di dunia. Sedangkan pengertian menurut para ahli adalah sebagai berikut :

  1. Eric Wolf : ilmu humaniora yang paling ilmiah dan ilmu yang paling humanistik.
  2. William A. Haviland : sebuah studi yang mempelajari tentang umat manusia. Ilmu ini berusaha membuat atau menciptakan suatu generalisasi yang berguna untuk mengetahui dan mempelajari tentang manusia beserta perilakunya guna memperoleh pemahaman mengenai keragaman hidup manusia secara lengkap.
  3. Koentjaraningrat : suatu ilmu atau studi yang mempelajari tentang berbagai warna dan bentuk fisik.
  4. Edward B. Tylor : studi ilmu yang mempelajari mengenai perkembangan kebudayaan manusia dari yang sederhana hingga menjadi kompleks.

Pembagian Bidang Antropologi

Dalam antropologi dibagi menjadi 2 bidang yang masing-masing berfokus pada serangkaian minat penelitian yang berbeda dan umumnya menggunakan teknik penelitian yang berbeda. Metode berkisar dari yang biasa digunakan oleh ilmu sosial dan humaniora. Bidang ini terbagi menjadi antropologi fisik dan antropologi budaya.

Antropologi fisik

Mengkaji tentang keanekaragaman ciri khas fisik manusia serta perkembangannya. Kajian ini dipopulerkan oleh Carles Darwin dalam karyanya yang berjudul The origin of spicies. Antropologi fisik berkembang pesat dengan melakukan penelitian-penelitian terhadap asal mula dan perkembangan manusia. Manusia asalnya monyet, karena makhluk hidup mengalami evolusi. Antropologi ingin membuktikan dengan melakukan berbagai penelitian terhadap kera dan monyet di seluruh dunia.

Antropologi Budaya

Mengkaji manusia di dalam dimensi kebudayaan yang dimilikinya baik yang mengangkut bahasa, tulisan, sistem pengetahuan dan totalitas kehidupan manusia. Kajian ini biasanya memfokuskan penelitian mereka pada hal-hal seperti organisasi sosial dan politik, pola perkawinan dan sistem kekerabatan, pola subsisten dan ekonomi, dan keyakinan agama masyarakat yang berbeda. Sebagian besar antropolog budaya mempelajari masyarakat kontemporer daripada masyarakat kuno.

Perbedaan antropologi fisik dan budaya

  • Antropologi fisik mempelajari manusia dari segi biologi misalnya, bentuk tubuh, warna rambut, warna kulit,  dan lainnya, maka
  • Antropologi budaya melihat atau mempelajari manusia yang berkaitan dengan materi-materi kebudayaan seperti misalnya, alat-alat hidup, perumahan, kesenian-kesenian, norma, perilaku dan lain sebagainya yang ada dalam masyarakat.

Perspektif dalam Antropologi

Dalam kajian ilmu antropologi juga terdapat beberapa perspektif didalamnya. Perspektif antropologi dibagi menjadi holisme, relativisme budaya, dan comparison. Ada juga kecenderungan ilmiah dan humanistik dalam disiplin ilmu ini yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain.

Holisme

Antropolog mengkaji pada seluruh umat manusia, bagaimana berbagai aspek kehidupan berinteraksi. Seseorang dapat memahami apa artinya menjadi manusia dengan mempelajari aspek sejarah, bahasa, tubuh, atau kehidupan masyarakat yang kompleks. Dengan menggunakan pendekatan holistik, para antropolog bertanya bagaimana berbagai aspek kehidupan manusia saling mempengaruhi. Misalnya, seorang antropolog budaya yang mempelajari makna pernikahan di sebuah desa kecil di India mungkin mempertimbangkan norma gender lokal, jaringan keluarga yang ada, hukum tentang pernikahan, peraturan agama, dan faktor ekonomi. Pendekatan ini lebih melihat melalui perspektif humanis sehingga peneliti cenderung melihat sisi kemanusiaan dalam kajiannya.

Relativisme Budaya

Relativisme merupakan gagasan bahwa kita harus berusaha memahami kepercayaan dan perilaku orang lain dari perspektif budaya mereka daripada perspektif kita sendiri. Antropolog tidak menilai budaya lain berdasarkan nilai-nilai mereka juga tidak memandang cara lain dalam melakukan sesuatu sebagai inferior. Sebaliknya, antropolog berusaha memahami kepercayaan orang di dalam sistem yang mereka miliki untuk menjelaskan berbagai hal. Mudahnya relativisme dalam antropologi lebih melihat dari sudut pandang kebenaran budaya itu sendiri pada apa yang mereka teliti.

Comparison

Perpektif perbandingan menggunakan perbandingan untuk mempelajari kesamaan dan perbedaan yang dimiliki manusia dan bagaimana kita berubah. Kita dapat membandingkan peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat yang berbeda atau membandingkan bagaimana kelompok agama yang berbeda dalam masyarakat tertentu. Perspektif ini menggunakan pendekatan komparatif, seperti sosiologi atau psikologi, antropolog membuat perbandingan antara orang-orang dalam masyarakat tertentu. Intinya, comparison antropologi menjangkau masyarakat, budaya, waktu, tempat, dan spesies melalui tentang berbagai kemungkinan tanggapan terhadap berbagai konteks dan masalah.

Ilmu antropologi memang sangatlah luas dapat kita pelajari mulai dari berbagai sudut kajian ilmu. Dapat kita simpulkan bahwa antropologi dibagi menjadi 2 bidang yakni fisik dan budaya. Lalu perspektif dalam antropologi dibagi menjadi 3 yakni holisme, relativisme budaya, dan comparison. Jangan lupa belajar ilmu lainnya hanya di cahayaIlmusosial dan sampai jumpa di postingan berikutnya sekian terima kasih.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button