Ilmu Politik

Arus Pemikiran Politik Islam Di Indonesia

Islam telah masuk ke Indonesia beratus-ratus tahun lamanya. Ditandai dengan berdirinya Kesultanan Samudra Pasai di Aceh dan menyebar hingga ke timur Nusantara dengan Kesultanan Ternate-Tidore. Banyak sekali cerita yang terjadi setelah Islam masuk ke Nusantara hingga Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Hampir setengah warga Indonesia beragama Islam dan Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia. Islam berhasil menjelma ke dalam tatanan masyarakat Indonesia, menyesuaikan dengan penduduk serta mengakulturasikan diri dengan budaya pribumi melalui jasa para pendakwah.

Islam Nusantara dan Islam Transnasional merupakan akar kuat aliran pemikiran Islam di Indonesia. Memiliki banyak sekali karakteristik dan perbedaan, namun tetaplah sama-sama Islam. Masih banyak sekali perdebatan dalam upaya memecahkan pertanyaan antara kedua arus pemikiran ini.

Dalam artikel ini akan menjelaskan dari dua arus pemikiran politik islam di Indonesia. Untuk kalian yang penasaran serta menjalani kuliah ilmu politik materi ini sangat penting karena merupakan mata kuliah wajib diawal tahun kuliah.

Arus Islam Nusantara

Islam Nusantara merupakan gabungan atau padanan kata dari Islam ditambah dengan Nusantara. Dari kata tersebut kita dapat menyusun pengertian bahwa Islam yang dimaksud merupakan Islam dari kawasan Nusantara, begitu pengertian sederhananya. Islam merujuk pada agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan Nusantara merujuk pada kaitannya wilayah persebarannya.

Sebenarnya, Nusantara merupakan gugusan kawasan yang terhampar mencakup seluruh wilayah Asia Tenggara karena ada di dalam konsep yang diusung pada zaman Majapahit oleh Patih Gajah Mada.

Islam Nusantara adalah masalah memperjuangkan keyakinan, pandangan hidup, jalan keselamatan dan dunia lahir batin masyarakat Nusantara dan Indonesia pada khususnya. Khasanah dari Islam Nusantara tersebar di seluruh Nusantara. Ada yang berupa jaringan ulama dan penyebar Islam di awal peradaban Islam Nusantara, kitab-kitab yang diajarkan, tradisi-tradisi yang dibuat dan bergabung sebagai bentuk kreativitas, karya-karya sastra dan hasil kebudayaan lainnya.

Ciri utama dari Islam Nusantara adalah tawasut (moderat), rahmah (pengasih), anti radikal, inklusif dan toleran. Dalam hubungannya dengan budaya lokal, Islam Nusantara menggunakan pendekatan budaya yang simpatik dalam menjalankan syiar Islam.

Arus Islam Transnasional

Berbanding terbalik dengan Islam Nusantara, Islam Transnasional bukanlah aliran pemikiran Islam yang bercorak Nusantara. Gerakan Transnasional diketahui sebagai kelompok keagamaan yang memiliki jaringan, relasi atau hubungan bersifat internasional.

Kelompok ini menyambangi negara-negara dengan membawa ideologi agama baru dari Timur Tengah yang dinilai memiliki corak yang berbeda dari paham keagamaan yang sebelumnya atau lainnya.

Salah satunya yang telah eksis adalah gerakan Salaf. Gerakan transnasional Islam yang dilakukan oleh kelompok Salaf tetap menjaga nilai tradisional konservatifnya, namun menarik ulur dengan kemajuan zaman, sehingga mereka mampu memanfaatkan jasa modernisasi tersebut dan menjadikan gerakannya mengglobal.

Ciri khas dari gerakan Islam Transnasional adalah bersifat transnasional. Kemudian, memiliki ideologi gerakan yang tidak lagi bertumpu pada konsep nation-state, melainkan konsep umat. Didominasi oleh corak pemikiran yang skripturalis, fundamentalisme atau radikal. Selain itu, secara parsial mengadaptasi gagasan dan insturmen modern. Adapun bentuknya, gerakan yang bersifat transnasional dapat berupa gerakan Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jihadi, Salafi Dakwah dan Salafi Sururi, Jamaah Tabligh (Gerakan Dakwah) dan Syiah.

Dalam buku Ilusi Negara Islam : Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia, menyiratkan atau tersirat makna bahwa arus pemikiran ini merupakan penganut atau masuk dalam definisi Islam garis keras. Individu garis keras adalah orang yang menganut pemutlakan atau absoluisme pemahaman agama.

Analisa Masa Depan Islam Nusantara dan Islam Transnasional

Kehidupan selalu lekat dengan masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Tidak dipungkiri, bahwa pemikiran Islampun memiliki pandangan masa depan mengenai bagaimana akan berkembang dan bertahan.

Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan budaya yang ada dan keberagaman penduduknya serta pola pikirnya. Islam akan terus berkembang dan menjelma menjadi akar kuat kehidupan masyarakat Indonesia bersama dengan agama atau keyakinan lainnya yang ada.

Masyarakat perlu berbenah dan memahami mengenai aliran ataupun pemikiran mengenai apa yang dianutnya. Islam Nusantara memiliki pengaruh kuat di dalam masyarakat Indonesia. Sudah ada sejak lama, Islam Nusantara meraga dan menghasilkan budaya-budaya baru bersama budaya lokal sebagai bentuk akulturasi yang menakjubkan dan mencorakkan Nusantara yang berbeda dengan lainnya.

Diperkuat dengan adanya wadah bernama Nahdatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah sebagai pilar atau tonggak adanya perkembangan Islam di Indonesia. Islam Nusantara diprediksi akan terus eksis dan menjadi ciri khas Islamisme di Indonesia. Selain sebagai ajaran atau pola pemikiran agama, Islam Nusantara juga muncul sebagai kearifan lokal yang bisa dipertahankan.

Berbanding terbalik dengan Islam Transnasional, dunia seakan mengontraskan arus pemikiran gerakan ini dengan Islam model lainnya. Berkembang dan tumbuh berbeda dengan corak dan ciri khas yang berbeda pula, Islam Transnasional diragukan bisa mendapat perhatian masyarakat Indonesia. Namun, kata sebelumnya berhasil dipatahkan.

Islam Transnasional telah berhasil mengumpulkan massa dengan dibuktikannya gerakan 212, 313 dan lainnya yang ditunggangi oleh FPI dan menunggangi oknum politik negara sebagai bentuk mencari pengakuan sekaligus mengaderisasi rakyat. Islam Transnasional akan terus mengancam bangsa karena telah mencitrakan gerakan radikal dan masif dan terkenal bersifat anti-toleran dengan siapa saja yang berbeda pandangan.

Sekian penjelasan arus islam di indonesia yang dibagi menjadi 2 yakni arus islam nusantara dan arus islam transnasional. Semoga artikel ini membantu proses belajar, sampai jumpa di postingan berikutnya.

Ditulis Oleh Abdul Rizal Himda

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button