Sosiologi

Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus: Penyebab dan Kajiannya

Pelecehan Seksual yang terjadi di lingkungan kampus dilatarbelakangi oleh banyak faktor. Mulai dari maraknnya Budaya Patriarki hingga kuasa asimetrus yang memudahkan pelaku untuk bertindak keji. Sebagai langkah pencegahan, kita perlu menganartalisis segala motif tindakan orang lain yang bisa memengaruhi diri kita. Karena, banyaknya tindak kriminal tidak berarti mengurung diri.

Sebagai seorang mahasiswa di salah satu universitas negeri di daerah Jawa Tengah yang sedang menjalani magang di salah satu instansi pemerintahan Kabupaten Purbalingga saya kerap mendiskusikan beberapa topik hangat yang sedang trend atau viral di media sosial, misalnya seperti kasus pelecehan ditingkat kampus yang sedang terjadi di salah satu universitas di Indonesia.

“Salah satu pegawai bertanya kepada saya apa yang sedang viral di media sosial nih?” ujar nya sambil membuka Handphone miliknya. Lantas aku pun menyletuk “Yang viral sekarang tuh kasus pelecehan seksual yang pelakunya diikat di pohon mba”. Oboral ini pun dimulai dari sini. Dengan topik pelecehan seksual di lingkungan kampus. Tidak bisa dipungkiri lagi kini kekesaran seksual di lingkungan kampus kian merajala. Kekerasan seksual pun terjadi dimana saja dan kapan saja.

Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS)

Hingga kini pengesahan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang merujuk kepada UU No. 12 Tahun 2022. Masih belum berjalan dengan semestinya. Korban memilih mengadukan kejadian yang dia alami di media sosial. Hal ini disebabkan karena korban merasa malu dan trauma berat sehingga susah untuk membuka diri kepada orang terdekat bahkan sampai keluarga. Lalu mengapa pelecehan masih saja bisa terjadi walau sudah banyak bersliweran kasus yang terjadi di media sosial.

Pelecehan Seksual Menurut Sosiologi

Dalam terjadinya suatu pelanggaran norma atau aturan masyarakat di dalam tatanan normatif yang disepakati bersama. Terdapat suatu konfik yang menyebabkan kerusakan dalam ikatan sosial. Seorang sosiolog Ralf Dahrendorf mengemukakan bahwa perubahan dalam struktur masyarakat yang disebabkan adanya suatu kekuasaan atau otoritas di dalamnya sehingga dia bisa mengontrol orang lain. Dahrendorf dengan Teori Konflik menjelaskan masyarakat modern saat ini dibagi menjadi 2 lapisan yakni orang yang memiliki otoritas dan orang yang mematuhi otoritas tersebut.

Jika kita kaitkan kembali dilingkungan kampus dengan teori konflik milik Ralf Dahrendorf. Tindakan kekerasan serta pelecehan seksual dapat terjadi karena seseorang memiliki otoritas adalah orang yang memiliki jabatan atau kedudukan disuatu organisasi yang dengan otoritasnya dapat mengontrol orang lain. Dari sini orang  yang menjadi korban mau tidak mau harus menurut keingina si pelaku karena dia dipaksa atau mungkin terpaksa melakukannya.

Budaya Patriarki Penyebab Pelecehan Seksual

Diskusi ini pun makin berlanjut dengan bertambahnya statement dari pegawai lain yang mengaitkan pelecehan seksual juga terjadi dari Budaya Patriarki yang buruk. Dalam buku berjudul Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi  karangan Saroha Pinem yang terbit tahun 2009.  Menjelaskan bahwa Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial. Sistem sosial seperti ini lah yang menyebabkan budaya buruk yang menganggap wanita di pandang rendah dari pada laki-laki. Buntut dari buruknya Budaya Patriarki di Indonesia sendiri adalah maraknya seorang pria yang melecehkan wanita. Jika di lingkungan kampus banyak orang yang melakukan tindakan pelecehan verbal terhadap wanita karena menganggap wanita rendah. Hal ini pun tidak dibenarkan. Maka dari itu relasi-relasi sosial yang masih ada praktik Budaya Patriarki harus kalian hindari.

Namun apabila kalian mengalami pelecehan seksual di lingkungan kampus kalian juga menghubungi satuan tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Di Universitas Jenderal Soedirman kini sudah terbentuk satuan tugas tersebut sehingga kalian bisa mengadukan apa yang kalian alami jika menjadi korban pelecehan seksual.

Pada akhirnya, dapat kita simpulkan penyebab tindakan pelecehan seksual dilungkungan kampus terjadi oleh banyak faktor. Penulis berharap dengan adanya artikel ini bisa membuat para membaca agar tetap berhati-hati di lingkungan kampus, serta jaga diri kalian agar tetap aman. Kita harus lebih teliti lagi dalam melakukan interaksi sosial di semua tempat.

Related Articles

Back to top button