Adminitistrasi Publik

Materi Administrasi Publik Semester 2 : Teori Organisasi

Organisasi klasik atau juga dikenal sebagai teori administrasi adalah pendekatan manajemen yang dikembangkan pada awal abad ke-20 oleh beberapa tokoh seperti Max Weber, Henri Fayol, dan Frederick Winslow Taylor. Tujuan dari teori ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam organisasi. Serjarah perkembangan Teori Organisasi memeliki 3 aliran yang dibagi menjadi 3 perspektif yakni Perkspektif klasik, Perspektif Perilaku (Neo-klasik), Dan Perskpektif Modern.

Aliran Organisasi Klasik

Manajemen klasik atau juga dikenal sebagai teori administrasi adalah pendekatan manajemen yang dikembangkan pada awal abad ke-20 oleh beberapa tokoh seperti Max Weber, Henri Fayol, dan Frederick Winslow Taylor. Tujuan dari teori ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam organisasi.

Fokus pada tugas dan struktur organisasi

Teori ini memfokuskan pada tugas dan struktur organisasi sebagai sarana untuk mencapai efisiensi. Tugas-tugas kerja dipilah-pilah menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dilakukan dengan sangat efisien. Struktur organisasi pun dibentuk dengan hierarki yang jelas dan aturan serta prosedur yang jelas.

Pembagian kerja

Pembagian kerja dilakukan dengan prinsip bahwa masing-masing pekerja melakukan tugas yang paling sesuai dengan kemampuannya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, karena pekerja hanya fokus pada tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya.

Manajemen ilmiah

 Manajemen ilmiah adalah konsep yang dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor. Konsep ini memfokuskan pada penggunaan metode ilmiah untuk mengukur dan meningkatkan kinerja pekerja. Manajemen ilmiah juga memfokuskan pada pemilihan dan pelatihan pekerja yang tepat untuk pekerjaan tertentu.

Prinsip-prinsip manajemen Henri Fayol mengembangkan lima prinsip manajemen, yaitu perencanaan, organisasi, koordinasi, pengarahan, dan pengawasan. Prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi manajemen klasik dalam mengelola organisasi.

Birokrasi

Max Weber mengembangkan konsep birokrasi sebagai bentuk organisasi yang paling efisien dan rasional, karena menggunakan aturan dan prosedur yang jelas. Weber mengidentifikasi beberapa karakteristik utama dari birokrasi, seperti hierarki, spesialisasi, aturan dan prosedur, dan impersonalitas.

Secara keseluruhan, manajemen klasik bertujuan untuk mencapai efisiensi dan produktivitas dalam organisasi dengan fokus pada tugas dan struktur organisasi, pembagian kerja, manajemen ilmiah, prinsip-prinsip manajemen, dan birokrasi. Meskipun teori ini telah berkembang sejak awal abad ke-20, konsep-konsep dasarnya masih relevan dan digunakan hingga saat ini. Teori ini juga menjadi patokan utama dalam pembelajaran Administasi Publik hingga saat ini.

Untuk materi dari kuliahnya kalian bisa mengunduhnya dibawah ini

Aliran Organisasi Neo-Klasik

Manajemen perilaku atau disebut juga sebagai teori neo-klasik adalah suatu pendekatan manajemen yang menekankan pada pentingnya memahami perilaku manusia dalam organisasi. Teori ini dikembangkan pada tahun 1950-an sebagai tanggapan terhadap kelemahan pendekatan klasik dalam mempertimbangkan faktor manusia dalam manajemen. Fokus utama dari dari aliran ini dari segi aspek psikologis dan sosial individu ataupun kelompok formal.

Tokoh Aliran Neo-Klasik

Beberapa tokoh yang menjadi aliran neo-klasik antaralain adalah :

  1. Hugo Munterberg: Psichology and Industry efficiency (Manajemen Ilmiah + tes psikologi dalam penetapan jabatan) 
  2. Maslow “ Teori Hirarki Kebutuhan “ (Basic Need)
  3. Herzberg “ Motivasi Dua Faktor “
  4. Douglas Mc. Gregor “ Teori X dan Y “

Teori Dalam Aliran Organisasi Klasik

Motivasi, Teori ini menekankan pada pentingnya memahami motivasi karyawan dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas organisasi. Penting untuk memahami kebutuhan dan tujuan karyawan, serta memberikan penghargaan yang tepat dan memotivasi agar mereka mencapai tujuan organisasi. Menurut Mc. Clelland, Hal yang memotivasi seseorang adalah Kebutuhan akan prestasi, Kebutuhan akan affliasi, Kebutuhan akan Kekuatan.

Perilaku organisasi, Teori ini menekankan pada pentingnya memahami perilaku organisasi sebagai suatu kesatuan dan bagaimana interaksi antara individu dapat mempengaruhi perilaku organisasi. Penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku organisasi, seperti struktur organisasi, budaya organisasi, dan lingkungan kerja.

Teori X dan Teori Y oleh Douglas McGregor (1906-1964) Pada tahun 1960, Douglas McGregor, seorang psikolog Amerika, mengembangkan konsep Teori X dan Teori Y. Teori X menganggap bahwa manusia secara alami malas dan tidak menyukai pekerjaan, sehingga memerlukan pengawasan ketat dan tekanan untuk bekerja dengan baik. Sementara itu, Teori Y menganggap bahwa manusia secara alami suka bekerja dan bersedia untuk bekerja keras jika lingkungan kerja mereka mendukung motivasi dan kreativitas.

Untuk materi dari kuliahnya kalian bisa mengunduhnya dibawah ini

Aliran Organisasi Modern

Aliran Organisasi modern merupakan hasil dari evolusi teori organisasi yang terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Terdapat beberapa aliran atau pendekatan dalam organisasi modern.  Aliran Modern lebih mengarah pada pendekatan kontingensi (situasional).  Aliran ini menekankan bahwa org harus bersifat terbuka atau berhubungan dengan lingkungan.  Organisasi yang efektif adalah jika struktur organisasinya mampu menyesuaikan dengan karakteristik lingkungannya, organisasi harus memiliki tingkat adaptabilitas yang tinggi. Tokoh antara lain: 1) Daniel Katz dan Robert Kahn, 2) Joan Woodward, 3) James D. Thompson, 4) Jay W. Lorsch dan Paul R. Lawrence.

Perspektif Lingkungan lingkungan

Dalam perspektif lingkungan terdapat tokoh yang mengenalkan perspektif ini. Tokoh tersebut adalah Daniel Katz dan Robert Kahn dalam bukunya yang berjudul The Social Psycology of Organizations. Dalam buku tersebut menjelaskan tentang keunggulan-keunggulan perspektif system terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang berubah jika mereka ingin bertahan hidup.

Pengaruh Teknologi Dan Lingkungan Organisasi  

James D. Thompson menjelaskan Ide-idenya tentang hubungan teknologi, lingkungan dan struktur tidak hanya terbatas pada organisasi bisnis tetapi juga diluar bisnis.  Menurutnya ada kesamaan antara organisasi bisnis dan non bisnis dalam menanggapi pengaruh lingkungan dan teknologi terhadap struktur.  Ide-ide tersebut sangat berarti bagi pengembangan teori organisasi terutama dalam hal bagaimana organisasi harus mendesain strukturnya agar mampu menghadapi perubahan-perubahan teknologi dan lingkungannya.

Untuk materi dari kuliahnya kalian bisa mengunduhnya dibawah ini

Aliran Organisasi Post-modern

Organisasi post-modern adalah aliran dalam teori organisasi yang muncul pada akhir abad ke-20. Aliran ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengkritisi konsep dasar organisasi modern seperti otoritas, struktur, dan kontrol. Organisasi post-modern menganggap bahwa organisasi tidak hanya sebagai struktur yang terorganisasi dengan baik, tetapi juga sebagai entitas yang penuh dengan kontradiksi, ketidakpastian, dan ambiguitas.

Aliran Post Modern termasuk dalam teoritikus tipe 4 yang lebih memperhatikan pd sifat politis dari orang. Pandangan aliran ini adalah bahwa perubahan struktur bukanlah merupakan usaha yang rasional dari para manajer untuk menciptakan struktur yang paling efektif tetapi merupakan hasil dari suatu pertarungan politis di antara koalisi-koalisi di dalam organisasi untuk memperoleh kontrol.

Berikut adalah beberapa karakteristik aliran organisasi postmodern:

  1. Menekankan subjektivitas dan kompleksitas Organisasi postmodern menekankan bahwa realitas sosial yang ada dalam organisasi dipengaruhi oleh subjektivitas dan kompleksitas. Oleh karena itu, tidak ada satu pandangan yang benar atau tepat dalam organisasi.
  2. Menolak esensialisme Organisasi postmodern menolak konsep dasar esensialisme dalam teori organisasi, yaitu pandangan bahwa organisasi memiliki identitas dan esensi yang tetap dan dapat diukur secara objektif.
  3. Menekankan identitas dan budaya Organisasi postmodern menganggap bahwa identitas dan budaya organisasi dibentuk oleh faktor-faktor seperti bahasa, interpretasi, dan simbol. Oleh karena itu, organisasi harus dianggap sebagai entitas sosial yang kompleks.
  4. Mendorong inklusivitas Organisasi postmodern mendorong inklusivitas dan partisipasi kolektif dalam pengambilan keputusan organisasi. Ini bertentangan dengan pendekatan otoriter yang sering diadopsi oleh organisasi modern.
  5. Menekankan pentingnya pengetahuan Organisasi postmodern menekankan pentingnya pengetahuan dan mengakui bahwa organisasi dapat dianggap sebagai struktur yang menghasilkan pengetahuan. Oleh karena itu, organisasi harus mengelola pengetahuan dan informasi dengan baik untuk memfasilitasi inovasi dan perkembangan organisasi.

Aliran organisasi postmodern menimbulkan beberapa kritik terhadap organisasi modern, tetapi juga menghasilkan beberapa tantangan praktis dalam merancang dan mengelola organisasi. Namun, pandangan ini memberikan kontribusi penting untuk memperkaya diskusi tentang organisasi dan pengelolaannya.

Untuk materi dari kuliahnya kalian bisa mengunduhnya dibawah ini

Mari dukung Kesuksesan belajar kalian dengan mengunduh materi kuliah yang kami sediakan dan memberikan kalian kesempatan untuk belajar materi ujian ini dengan baik. Semoga dengan bantuan ini Kamu dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman Materi Administrasi Publik dengan baik. Dapatkan materi lainnya, hanya di cahaya ilmu sosial

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button