Ilmu Politik

Dasar Ilmu Politik Bab 1

Ilmu Politik Secara Mendasar

Ilmu Politik – Dalam Ilmu sosial kita juga mempelajari tentang Ilmu Politik yang merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Sosial. Para Ahli terdahulu memberikan pendapatnya dengan berbagai sudut pandang. Dibawah ini kita akan mempelajarinya secara mendasar.

Pengertian Ilmu Politik

Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Arists menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis. Usaha menggapai the good life ini menyangkut bermacam-macam kegiatan yang antara lain menyangkut proses penentuan tujuan dari sistem, serta cara-cara melaksanakan tujuan itu.

Pengertian Politik Menurut Para Ahli

Menurut Rod Hague et al.:

“Politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusanyang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikanperbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya.

Menurut Andrew Heywood:

“Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konlik dan kerja sama.

Baca Artikel lain : Civil Society

Tujuan Ilmu Politik

Tujuan dari ilmu politik sendiri yakni untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan alokasi (allocation) dari sumber daya alam, perlu dimiliki kekuasaan (power) serta wewenang (authority). Kekuasaan ini diperlukan baik untuk membina kerja sama maupun untuk menyelesaikan konlik yang mungkin timbul dalam proses ini. Cara-cara yang dipakainya dapat bersifat persuasi (meyakinkan) dan jika perlu bersifat paksaan (coercion). Tanpa unsur paksaan, kebijakan ini hanya merupakan perumusan keinginan (statement of intent) belaka.

Sumber : Dasar-dasar Ilmu Politik

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Back to top button