Adminitistrasi Publik

Materi Administrasi Publik Semester 3 : Dasar-dasar Logika

Materi Administrasi Publik Semester 3, Dasar-dasar Logika menjadi salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Administrasi publik FISIP Unsoed. Tujuan dari mata kuliah tersebut yakni  memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang Kerangka berfikir yang rasional dari sistem pemerintahan. Selain itu dalam materi ini juga kalian akan belajar tentang teori kebenaran, azas berfikir, dan memilih keputusan berdasarkan nalar. Bagi kalian yang membutuhkan materi ini ayo simak terus materi teori administrasi publik ini agar kalian lebih paham.

Pengertian Logika Menurut Para Ahli

Secara etimologi, logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti perkataan, atau hasil pertimbangan kesimpulan mengenai suatu akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa (Mundiri, 1994). Logos juga dapat diartikan “kata”, “pikiran”, “pengertian”, atau “ilmu”.

Logika adalah salah satu cabang filsafat. Logos kemudian diturunkan pengembangan ilmu pengetahuan menjadi kata “logikos”. Kata logikos dimaknai sebagai sesuatu yang diutarakan, mengenai suatu pertimbangan akal, kemampuan berpikir yang sesuai mengenai kata, mengenai percakapan atau yang berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa.

 Copi & Cohen (1990) mendefinisikan logika sebagai objektif, metode dan prinsip yang digunakan untuk membedakan alasan (argumen) yang benar dengan alasan yang salah. Menurutnya, definisi ini menyiratkan bahwa hanya orang yang logis yang dapat memberikan alasan yang benar.

Pengertian Penalaran dalam Ilmu Administrasi

Penalaran ialah proses akal budi manusia yang berusaha sampai pada suatu keterangan baru dengan bertolak dari satu atau beberapa keterangan yang sudah diketahui (premis). Berangkat dari keterangan baru itu mestilah merupakan urutan kelanjutan dari sesuatu atau beberapa keterangan semula.

Metode Dalam Mencari Sebab Akibat

John stoat meal membuat 5 metode yang diperuntukan dalam rangka mencari sebab dari sebuah kejadian/peristiwa:

1. persamaan/persesuaian: apabila dua peristiwa/lebih dari suatu gejala yang diteliti hanya mempunyai satu faktor maka tersendiri. Contoh yang sering terjadi gejala sakit perut, kemudian orang pertama ditanya makan apa sebelum sakit perut. Bisa jadi karena makan pisang, jeruk, dan minum teh yang bisa saja menjadi penyebab sakit perut. kemudian orang kedua juga sakit perut dan ditanya sebelum sakit perut makan kacang, emping dan minum teh. Demikian juga orang ketiga sakit perut sebelum sakit perut makan bakwan, mendoan, tahu dan minum teh dan sakit perut. Dilihat dari 4 orang sakit perut ketika ditanya ada 1 faktor yang sama yaitu minum teh jadi penyebab sakit perut dapat disimpulkan karena meminum teh.                                 

Contoh peristiwa penyakit tipes yang menyerang suatu desa, tingkah laku pasien berbeda beda, dari umur, latar belakang penididkan, keadaan ekonomi. tetapi menggunakan sumber air minum yang sama. sehingga kesamaan sumber air minum tersbeut yang dapat dijadikan menyebarnya wabah tipes.

2. perbedaan: Sebuah peristiwa yang mengandung gejala yang diselidiki dan sebuah peristiwa lain yang tidak mengandungnya semua faktornya sama kecuali 1 sedangkan yang 1 itu terdapat pada peristiwa pertama. Maka faktor yang satu satunya  menyebabkan peristiwa tersebut berbeda maka menjadi sebab dari peristiwa tersebut. Contoh Ani makan nasi gudeg, telur, minum teh dan sakit perut. Lalu Budi makan nasi gudeg, telur dan sakit perut faktor yang menyebabkan ani sakit perut yaitu minum teh.

3. gabungan: metode yang menyatukan antara persamaan dan perbedaan. Contohnya adalah andi makan nasi gudeg, makan telur, minum teh dan sakit perut budi makan pisang, jeruk, teh dan sakit perut. Berikutnya cica makan nasi gudeg, makan telur dan tidak sakit perut. Jadi dapat disimpulkan penyebab sakit perut adalah minum air teh.

Contoh penggunaan metode ini yaitu penelitian yang dilakukan di laboratorium xman dijalan kimia jakarta bereksperimen dengan cara memberi 2 kelompok ayam, yang sekelompok diberi makan beras putih terus, yang sekelompok dikasih makan gabah.

Berikutnya yang memakan beras putih terkena penyakit radang tenggorokan uratnya kemudian mati, yang sekelompok ke 2 diberi makan gabah masih utuh tidak ada yang kena penyakit. Kemudian kepada kelompok 1 yang terkena penyakit diberi makan ubi terus dan sembuh. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penyakit yang ditimbulkan karena kesalahan gizi.

Untuk materi fullnya kalian bisa mengunduhnya di bawah ini ya.

Mari dukung Kesuksesan belajar kalian dengan mengunduh materi kuliah yang kami sediakan dan memberikan kalian kesempatan untuk belajar materi ujian ini dengan baik. Semoga dengan bantuan ini Kamu dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman Materi Administrasi Publik dengan baik. Dapatkan materi lainnya, hanya di cahaya ilmu sosial

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button