Ilmu Politik

Politik dan Desain : Sumbangsih Designer Indonesia Dalam Pemilu

Politik dan desain, memang tidak bisa dipisahkan. Apalagi jika sudah masuk dalam pesta demkorasi pemilihan pemimpian dan wakil pemimpin. Sudah pasti kedua entitas ini akan saling besinergi untuk saling menguntungkan.

Dunia desain, memang sangat sulit sekali untuk dipisahkan dari panggung politik. Jika kalian menolak peryataan saya ini, kalian bisa berjalan-jalan ke kota atau ke desa-desa kecil dan mungkin pelosok Indonesia.

Maka kalian akan melihat banyak sekali alat-alat politik yang berasal dan dibuat oleh orang-orang di dunia desain, apa saja itu? Salah satunya yang paling sering kalian temui adalah baliho. Dimana baliho ini, berisi full wajah politis yang akan mencalonkan diri berserta kata-kata janji manis dan jargon kental penuh ajakan.

Memaknai Desain Grafis sebagai Gagasan Politis

Sebelum memulai pembahasanya, mari kita memahami terlebih dahulu. Tentang definisi design yang saya maksud dalam artikel ini. Design yang saya maksud adalah, produk design dari sebuah pesta demokrasi.

Bukan tentang design yang mengatur jalannya perpolitikan di Indonesia, Jadi ini masih sangat jauh dari jurang. Walaupun sebenarnya, kita juga bisa melihat design politik dari produk designnya juga.

Seperti misal, ada salah satu calon yang membagikan kaos gambar dirinya dengan cara di lempar-lempar secara angkuh. Tanpa raut wajah senyum atau bergembira. Maka deign politik yang akan dibawa dan jalankan ketika terpilih, adalah hal yang sama seperti itu. Paham sampai sini? Jika belum, kamu mungkin perlu membaca banyak literature tentang dunia politik di Indonesia.

Politik dan Desain : Sumbangsih Para Designer Digital Indonesia Selama Pemilu

Kalian mesti ingat, jargon “Kepak Sayap Kebhinekaan” dengan diiringi oleh foto Puan Maharani dengan corak indah berwarna merah menyala yang sering kalian temui dipojokan jalan atau ditengah-tengah jalan ibu kota juga jalan-jalan pedesaan. Kerjaan siapa, kalau bukan kerjaan para tukang desain yang membuka jasa pembuatan baliho?

Selain baliho, orang desain juga seringkali menerima pesanan untuk pembuatan alat kampanye lainnya, seperti :

  • Gantungan Kunci
  • Kaos
  • Bros
  • Plastik Sembako
  • Topi
  • Buku
  • Koran
  • Majalah
  • Dan masih banyak lainnya

Alat kampanye ini, tentunya sangat membantu para politikus untuk menjual dirinya demi menarik suara masyarakat yang hanya mau didengar pada saat pesat dekomrasi saja.

Sumbangsih Para Designer Digital Indonesia Selama Pemilu

Sebenarnya, tidak bisa dibilang sumbangsih juga. Tapi tanpa adanya para desainer yang membuka jasa untuk melayani para politus membuat alat kampanyenya.

Kemungkinan besar, pesta demokrasi akan hambar, karena kosongnya dan minimnya para calon yang mengiklankan diri. Bisa jadi, para calon ini akan beralih dari media cetak ke media digital yang sekarang memang sedang menggila.

Baca Juga : Memahami Teori Konspirasi

Design Merupakan Alat Politik Terbaik

Jika saya mengatakan diatas, bahwa para politikus akan berpindah ke media digital yang lebih powerfull. Nyatanya design yang dicetak lebih powerfull. Kenapa begitu? Karena design yang di cetak akan lebih sering dilihat oleh masyrakat umum.

Pencintraan diri juga, bisa lebih baik. Karena dari desain cetak itu, seperti kartu nama atau kalender. Bisa langsung dibagikan kepada masyarakat umum. Berbeda dengan media digital yang mengharuskan kita menunggu agar masyarakat melihat.

Jadi, begitula pandangan saya tentang keterkaitan antara politik dan desain. Semoga membantu kamu yah! Jangan lupa untuk terus mengikuti cahayailmusosial untuk mendapatkan update terbaru.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button